Sebelum merakit sebuah PC pastikan peralatan yang dibutuhkan sudah tersedia, peralatan yang dibutuhkan adalah sebagai berikut: obeng, tang, AVO meter (bila ada), solder, timah solder, isolasi, tali pengikat kabel dan buku catatan. Solder maupun AVO meter jarang dipakai apabila mempergunakan komponen yang masih baik. Pengukuran arus dan tegangan listrik hanya dilakukan apabila komponen yang digunakan adalah komponen bekas yang saya tidak ketahui apakah masih baik atau tidak. Saya tidak menggunakan AVO meter pada motherboard apabila motherboard masih baik, karena saya tidak tahu titik-titik mana yang merupakan titik ukur. Kecerobohan dalam hal ini bisa menimbulkan akibat fatal. Apabila saya mempergunakan komponen baru, saya tidak perlu melakukan pengukuran arus dan tegangan dengan AVO meter. AVO meter mungkin perlu dipergunakan hanya untuk mengetahui tegangan listrik dijala-jala listrik rumah saya saja. Saya sudah mengetahui dibagian power supply komputer (terdapat didalam casing/kotak komputernya) apakah sudah diatur pada skala tegangan yang sesuai dengan tegangan listrik ditempat saya/belum. Bila type power supply-nya tergolong type otomatik saya tidak perlu khawatir. Apabila power supply-nya tergolong semi otomatik, kemungkinan saya harus memindahkan posisi saklar pengatur tegangan keposisi tegangan yang sesuai dengan tegangan listrik ditempat saya.
Selanjutnya untuk merakit komputer personal saya mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:
1) Ambil motherboard dan letakan ketempat yang aman. Persiapkan peralatan dan buku manual dari masing komponen PC. Baut motherbooard dengan papan casing, sehingga akan lebih kuat dan aman.
2) Memasang processor pada tempatnya (soket-nya) perhatikan tanda pada processor harus ditempatkan sesuai dengan tanda yang ada pada soket tersebut (tidak boleh terbalik). Mengunci tangkai pengunci yang biasanya terdapat disisi soket processor. Perhatikan kode titik/sisi processor yang bentuk miring merupakan petunjuk agar bagian processor itu dipasang pada bagian slot yang memiliki tanda sama. Membaca dengan baik manual processor dari pabriknya. Apabila saya kurang hati-hati/terbalik memasang processor ini bisa berakibat fatal. Bila ragu saat membeli motherboard saya tanyakan kepada penjualnya. Kemudian memasang kipas pendingin diatasnya. Pada produk processor terakhir sudah dilengkapi dengan kipas pendingin.
3) Memasang memori RAM pada tempatnya dengan baik, lihat sudut memori yang biasanya berlekuk harus ditempatkan pada tempatnya secara hati-hati. Apabila saya terbalik memasangnya, maka memori akan sulit dimasukan. Pada jenis memori SDRAM, dudukan memori di motherboard memiliki pengunci yang akan bergerak mengunci bersamaan dengan masuknya memori kedalamnya.
4) Memasukan motherboard kedalam cashing (kotak komputer), mengkaitkan pengait plastik yang biasa disediakan oleh pabrik cashing, kedalam lubang yang terdapat pada motherboard. Pada sudut yang memungkinkan saya tempatkan baut, baut motherboard tersebut pada cashing untuk menghindarkan terjadinya pergeseran motherboard pada waktu memindah2kan CPU. Hati-hati memindahkan motherboard pada cashing karena bentuknya tipis kecil dan memiliki rangkaian elektronik yang rumit.
5) Memasang kabel khusus catu daya motherboard yang ada pada power supply (biasanya dituliskan P8 dan P9), kabel berwarna hitam dari kedua konektornya harus dipasang berdampingan. Apabila saya mempergunakan jenis motherboard jenis ATX, memasang kabel power khusus tersebut pada slot power khusus ATX yang terdapat pada motherboard tersebut.
6) Memasang hard disk, floppy drive pada tempat yang telah dalam cashing CPU, mengencangkan dudukannya dengan baut secara hati-hati. Bila ada CD ROM drive, pasangkan pula alat ini secara hati-hati dan dikencangkan dengan baut. Perlu diperhatikan untuk CD-ROM dan hard disk jumper terpasang dengan benar, karena akan mengidentifikasikan sebagai master/slave, karena jika salah hard disk atau CD-ROM tidak akan terdeteksi.
7) Menyambung kabel dari power supply ke slot power yang terdapat di hard disk, floppy drive, dan CD ROM drive. Perhatikan sudut konektor plastiknya pada kabel tersebut biasanya sudah dirancang pas sesuai dengan dududkan yang terdapat pada hard disk, floppy drive, atau CD ROM drive. Bila saya memasang konektor ini terbalik, maka pada saat saya memasukan konektor tersebut akan terasa sedikit sulit. Segeralah cabut konektornya dan masukan kembali pada posisi yang tepat.
8) Menyambung kabel pita (kabel data) pada dudukan hard disk, floppy drive dan CD ROM drive. Kabel ini berfungsi untuk menghubungkan peralatan tersebut ke motherboard. Perhatikan sisi kabel berwarna merah harus ditempatkan pada kaki nomor satu (lihat keterangan yang dituliskan pada hard disk/floppy drive/CD ROM drive). Bila terbalik memasangkannya komputer tidak akan bekerja baik dan dapat merusak peralatan2 tersebut. Kabel yang terpasang ke floppy drive lebih sempit bila dibandingkan kabel penghubung hard disk ataupun CD ROM drive. Kabel penghubung hard disk dan CD ROM drive sama ukurannya. Untuk kabel pita strip merah pada pinggir kabel menandakan no.1
9) Menyambung kabel dari floppy drive ke slot untuk floppy drive, demikian pula menyambungkan kabel dari hard disk ke slot IDE nomor 1, dan kabel dari CD ROM ke slot IDE nomor 2. Perhatikan juga agar sisi kabel berwarna merah harus menempati kaki nomor 1 pada tiap slot. Saya bisa melihat keterangan yang tertulis di motherboard ataupun di manual motherboard.
10) Memasang VGA card pada slotnya, bila saya memiliki card dari jenis ISA, saya harus menempatkan card tersebut pada ISA slot bus di motherboard. Bila saya memiliki card VGA jenis PCI, saya harus memasang card tersebut pada slot bus PCI di motherboard. Tetapi jika VGA berupa VGA onboard, tinggal mengatur dalam BIOS.
11) Memasang expansion card tambahan pada PCI maupun ISA. Expansion card dapat berupa LAN card sound card, TV tunner card , video capture, dll. Setelah itu mengencangkan dengan baut dengan dudukan cashing PC.
12) Menghubungkan konektor kabel penghubung tombol “Reset” ke pin “Reset” yang terdapat pada motherboard. Hubungkan pula konektor kabel penghubung speaker ke pin bertuliskan speaker yang ada pada motherboard. Sering ditulis dengan kode LS. Beberapa cashing telah dilengkapi pula kabel lampu indikator berikut kabel penghubungnya lengkap dengan konektornya agar perakit komputer tinggal menghubungkan saja ke motherboard.
13) Memasang kabel data dari monitor ke slot yang terdapat di carad VGA, perhatikan konektornya memiliki 3 deretan kaki yang tersusun rapi, dengan konektor berbentuk trapesium.
14) Memasang konektor keyboard ke slot keyboard yang terdapat di motherboard. Dan perangkat yang lain.
15) Memasang kabel listrik (power) dari layar monitor ke slot power yang terdapat dibagian belakang power supply yang telah terpasang pada cashing CPU. Bila konektornya tidak cocok, saya dapat memasang kabel listrik tersebut ke jala2 listrik rumah saya. Saya akan membutuhkan T konektor untuk membagi listrik ke monitor dan CPU yang saya rakit. Memasang kabel listrik untuk CPU ke slot yang terdapat pada power supply di bagian belakan cashing CPU.
Sekarang saya telah berhasil merakit sebuah Personal Computer (PC), tetapi saya belum bisa mempergunakan komputer tersebut. Saya masih harus mengatur program BIOS, dan memasang (menginstal) program sistem operasi dan program aplikasi ke dalam hard disknya.
Sebelum saya mengatur program BIOS, saya cek kembali semua langkah yang telah saya lakukan tadi. Perhatikan posisi “jumper” jangan ada yang salah, demikian pula processor dan RAM serta kabel2 penghubung hard disk, floppy drive dan CD ROM drive. Setelah saya yakin benar dan sudah sesuai dengan keterangan yang tercantum dalam manual pabrik dari setiap peralatan tadi. Saya bisa melakukan pengaturan program BIOS.
-Handhika Tris Pratama
-X-TKJ 3
READ MORE
Selanjutnya untuk merakit komputer personal saya mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:
1) Ambil motherboard dan letakan ketempat yang aman. Persiapkan peralatan dan buku manual dari masing komponen PC. Baut motherbooard dengan papan casing, sehingga akan lebih kuat dan aman.
2) Memasang processor pada tempatnya (soket-nya) perhatikan tanda pada processor harus ditempatkan sesuai dengan tanda yang ada pada soket tersebut (tidak boleh terbalik). Mengunci tangkai pengunci yang biasanya terdapat disisi soket processor. Perhatikan kode titik/sisi processor yang bentuk miring merupakan petunjuk agar bagian processor itu dipasang pada bagian slot yang memiliki tanda sama. Membaca dengan baik manual processor dari pabriknya. Apabila saya kurang hati-hati/terbalik memasang processor ini bisa berakibat fatal. Bila ragu saat membeli motherboard saya tanyakan kepada penjualnya. Kemudian memasang kipas pendingin diatasnya. Pada produk processor terakhir sudah dilengkapi dengan kipas pendingin.
3) Memasang memori RAM pada tempatnya dengan baik, lihat sudut memori yang biasanya berlekuk harus ditempatkan pada tempatnya secara hati-hati. Apabila saya terbalik memasangnya, maka memori akan sulit dimasukan. Pada jenis memori SDRAM, dudukan memori di motherboard memiliki pengunci yang akan bergerak mengunci bersamaan dengan masuknya memori kedalamnya.
4) Memasukan motherboard kedalam cashing (kotak komputer), mengkaitkan pengait plastik yang biasa disediakan oleh pabrik cashing, kedalam lubang yang terdapat pada motherboard. Pada sudut yang memungkinkan saya tempatkan baut, baut motherboard tersebut pada cashing untuk menghindarkan terjadinya pergeseran motherboard pada waktu memindah2kan CPU. Hati-hati memindahkan motherboard pada cashing karena bentuknya tipis kecil dan memiliki rangkaian elektronik yang rumit.
5) Memasang kabel khusus catu daya motherboard yang ada pada power supply (biasanya dituliskan P8 dan P9), kabel berwarna hitam dari kedua konektornya harus dipasang berdampingan. Apabila saya mempergunakan jenis motherboard jenis ATX, memasang kabel power khusus tersebut pada slot power khusus ATX yang terdapat pada motherboard tersebut.
6) Memasang hard disk, floppy drive pada tempat yang telah dalam cashing CPU, mengencangkan dudukannya dengan baut secara hati-hati. Bila ada CD ROM drive, pasangkan pula alat ini secara hati-hati dan dikencangkan dengan baut. Perlu diperhatikan untuk CD-ROM dan hard disk jumper terpasang dengan benar, karena akan mengidentifikasikan sebagai master/slave, karena jika salah hard disk atau CD-ROM tidak akan terdeteksi.
7) Menyambung kabel dari power supply ke slot power yang terdapat di hard disk, floppy drive, dan CD ROM drive. Perhatikan sudut konektor plastiknya pada kabel tersebut biasanya sudah dirancang pas sesuai dengan dududkan yang terdapat pada hard disk, floppy drive, atau CD ROM drive. Bila saya memasang konektor ini terbalik, maka pada saat saya memasukan konektor tersebut akan terasa sedikit sulit. Segeralah cabut konektornya dan masukan kembali pada posisi yang tepat.
8) Menyambung kabel pita (kabel data) pada dudukan hard disk, floppy drive dan CD ROM drive. Kabel ini berfungsi untuk menghubungkan peralatan tersebut ke motherboard. Perhatikan sisi kabel berwarna merah harus ditempatkan pada kaki nomor satu (lihat keterangan yang dituliskan pada hard disk/floppy drive/CD ROM drive). Bila terbalik memasangkannya komputer tidak akan bekerja baik dan dapat merusak peralatan2 tersebut. Kabel yang terpasang ke floppy drive lebih sempit bila dibandingkan kabel penghubung hard disk ataupun CD ROM drive. Kabel penghubung hard disk dan CD ROM drive sama ukurannya. Untuk kabel pita strip merah pada pinggir kabel menandakan no.1
9) Menyambung kabel dari floppy drive ke slot untuk floppy drive, demikian pula menyambungkan kabel dari hard disk ke slot IDE nomor 1, dan kabel dari CD ROM ke slot IDE nomor 2. Perhatikan juga agar sisi kabel berwarna merah harus menempati kaki nomor 1 pada tiap slot. Saya bisa melihat keterangan yang tertulis di motherboard ataupun di manual motherboard.
10) Memasang VGA card pada slotnya, bila saya memiliki card dari jenis ISA, saya harus menempatkan card tersebut pada ISA slot bus di motherboard. Bila saya memiliki card VGA jenis PCI, saya harus memasang card tersebut pada slot bus PCI di motherboard. Tetapi jika VGA berupa VGA onboard, tinggal mengatur dalam BIOS.
11) Memasang expansion card tambahan pada PCI maupun ISA. Expansion card dapat berupa LAN card sound card, TV tunner card , video capture, dll. Setelah itu mengencangkan dengan baut dengan dudukan cashing PC.
12) Menghubungkan konektor kabel penghubung tombol “Reset” ke pin “Reset” yang terdapat pada motherboard. Hubungkan pula konektor kabel penghubung speaker ke pin bertuliskan speaker yang ada pada motherboard. Sering ditulis dengan kode LS. Beberapa cashing telah dilengkapi pula kabel lampu indikator berikut kabel penghubungnya lengkap dengan konektornya agar perakit komputer tinggal menghubungkan saja ke motherboard.
13) Memasang kabel data dari monitor ke slot yang terdapat di carad VGA, perhatikan konektornya memiliki 3 deretan kaki yang tersusun rapi, dengan konektor berbentuk trapesium.
14) Memasang konektor keyboard ke slot keyboard yang terdapat di motherboard. Dan perangkat yang lain.
15) Memasang kabel listrik (power) dari layar monitor ke slot power yang terdapat dibagian belakang power supply yang telah terpasang pada cashing CPU. Bila konektornya tidak cocok, saya dapat memasang kabel listrik tersebut ke jala2 listrik rumah saya. Saya akan membutuhkan T konektor untuk membagi listrik ke monitor dan CPU yang saya rakit. Memasang kabel listrik untuk CPU ke slot yang terdapat pada power supply di bagian belakan cashing CPU.
Sekarang saya telah berhasil merakit sebuah Personal Computer (PC), tetapi saya belum bisa mempergunakan komputer tersebut. Saya masih harus mengatur program BIOS, dan memasang (menginstal) program sistem operasi dan program aplikasi ke dalam hard disknya.
Sebelum saya mengatur program BIOS, saya cek kembali semua langkah yang telah saya lakukan tadi. Perhatikan posisi “jumper” jangan ada yang salah, demikian pula processor dan RAM serta kabel2 penghubung hard disk, floppy drive dan CD ROM drive. Setelah saya yakin benar dan sudah sesuai dengan keterangan yang tercantum dalam manual pabrik dari setiap peralatan tadi. Saya bisa melakukan pengaturan program BIOS.
-Handhika Tris Pratama
-X-TKJ 3
Skype adalah sebuah program komunikasi dengan teknologi P2P (peer to peer). Program ini merupakan program bebas (dapat diunduh gratis) dan dibuat dengan tujuan penyediaan sarana komunikasi suara (voice) berkualitas tinggi yang murah berbasiskan internet untuk semua orang di berbagai belahan dunia. Pengguna Skype dapat berbicara dengan pengguna Skype lainnya dengan gratis, menghubungi telepon tradisional dengan biaya (skypeOut), menerima panggilan dari telepon tradisional (SkypeIn), dan menerima pesan suara [1] . Teknologi skype ditemukan oleh wirausahawan Niklas Zennström dan Janus Friis, orang yang sama yang menemukan Kazaa dan Joost (P2P untuk televisi). Skype lalu berkompetisi dengan protokol terbuka VoIP yang sudah ada seperti SIP, IAX, dan H.323. Grup Skype yang dibentuk pada bulan September 2003 lalu dibeli oleh perusahaan lelang internet raksasa di Amerika e-Bay pada bulan September 2005 dan bermarkas di Luxembourg, Jerman dengan kantor-kantor di London, Inggris, Praha, Rusia dan San Jose, California, A.S.
Sejak diluncurkan skype telah mengalami pertumbuhan pesat baik dari penggunaannya yang populer maupun pengembangan perangkat lunaknya, jasa yang ditawarkan pun menjadi beragam mulai dari penggunaan gratis maupun berbayar.
Hanya dalam beberapa tahun saja pada bulan April 2006 Skype memiliki 100 juta pengguna.
READ MORE
Sejak diluncurkan skype telah mengalami pertumbuhan pesat baik dari penggunaannya yang populer maupun pengembangan perangkat lunaknya, jasa yang ditawarkan pun menjadi beragam mulai dari penggunaan gratis maupun berbayar.
Hanya dalam beberapa tahun saja pada bulan April 2006 Skype memiliki 100 juta pengguna.
Pengertian Dioda
DIODADalam elektronika, dioda adalah komponen aktif bersaluran dua (dioda termionik mungkin memiliki saluran ketiga sebagai pemanas). Dioda mempunyai dua elektroda aktif dimana isyarat dapat mengalir, dan kebanyakan dioda digunakan karena karakteristik satu arah yang dimilikinya. Dioda varikap (Variable Capacitor/kondensator variabel) digunakan sebagai kondensator terkendali tegangan.
Sifat kesearahan yang dimiliki sebagian besar jenis dioda seringkali disebut karakteristik menyearahkan. Fungsi paling umum dari dioda adalah untuk memperbolehkan arus listrik mengalir dalam suatu arah (disebut kondisi panjar maju) dan untuk menahan arus dari arah sebaliknya (disebut kondisi panjar mundur). Karenanya, dioda dapat dianggap sebagai versi elektronik dari katup.
Dioda sebenarnya tidak menunjukkan kesearahan hidup-mati yang sempurna (benar-benar menghantar saat panjar maju dan menyumbat pada panjar mundur), tetapi mempunyai karakteristik listrik tegangan-arus taklinier kompleks yang bergantung pada teknologi yang digunakan dan kondisi penggunaan. Beberapa jenis dioda juga mempunyai fungsi yang tidak ditujukan untuk penggunaan penyearahan.
Awal mula dari dioda adalah peranti kristal Cat's Whisker dan tabung hampa (juga disebut katup termionik). Saat ini dioda yang paling umum dibuat dari bahan semikonduktor sepertisilikon atau germanium.
Sejarah
Walaupun dioda kristal (semikonduktor) dipopulerkan sebelum dioda termionik, dioda termionik dan dioda kristal dikembangkan secara terpisah pada waktu yang bersamaan. Prinsip kerja dari dioda termionik ditemukan olehFrederick Guthrie pada tahun 1873[1] Sedangkan prinsip kerja dioda kristal ditemukan pada tahun 1874 oleh peneliti Jerman, Karl Ferdinand Braun[2].
Pada waktu penemuan, peranti seperti ini dikenal sebagai penyearah (rectifier). Pada tahun 1919, William Henry Eccles memperkenalkan istilah dioda yang berasal dari di berarti dua, dan ode (dari ὅδος) berarti "jalur".
Prinsip Kerja
Prinsip kerja dioda termionik ditemukan kembali oleh Thomas Edison pada 13 Februari 1880 dan dia diberi hak paten pada tahun 1883 (U.S. Patent 307031), namun tidak dikembangkan lebih lanjut.Braun mematenkan penyearah kristal pada tahun 1899[3]. Penemuan Braun dikembangkan lebih lanjut oleh Jagdish Chandra Bose menjadi sebuah peranti berguna untuk detektor radio.
Dioda Termonik
Dioda termionik adalah sebuah peranti katup termionik yang merupakan susunan elektroda-elektroda di ruang hampa dalam sampul gelas. Dioda termionik pertama bentuknya sangat mirip dengan bola lampu pijar.
Dalam dioda katup termionik, arus yang melalui filamen pemanas secara tidak langsung memanaskan katoda (Beberapa dioda menggunakan pemanasan langsung, dimana filamen wolfram berlaku sebagai pemanas dan juga sebagai katoda), elektroda internal lainnya dilapisi dengan campuran barium dan strontium oksida, yang merupakan oksida dari logam alkalin tanah. Substansi tersebut dipilih karena memiliki fungsi kerja yang kecil. Bahang yang dihasilkan menimbulkan pancaran termionik elektron ke ruang hampa. Dalam operasi maju, elektroda logam disebelah yang disebut anoda diberi muatan positif jadi secara elektrostatik menarik elektron yang terpancar.
Walaupun begitu, elektron tidak dapat dipancarkan dengan mudah dari permukaan anoda yang tidak terpanasi ketika polaritas tegangan dibalik. Karenanya, aliran terbalik apapun dapat diabaikan.
Dalam sebagian besar abad ke-20, dioda katup termionik digunakan dalam penggunaan isyarat analog, dan sebagai penyearah pada pemacu daya. Saat ini, dioda katup hanya digunakan pada penggunaan khusus seperti penguat gitar listrik serta peralatan tegangan dan daya tinggi.
Dioda Semikomduktor
Sebagian besar dioda saat ini berdasarkan pada teknologi pertemuan p-n semikonduktor. Pada dioda p-n, arus mengalir dari sisi tipe-p (anoda) menuju sisi tipe-n (katoda), tetapi tidak mengalir dalam arah sebaliknya.
Tipe lain dari dioda semikonduktor adalah dioda Schottky yang dibentuk dari pertemuan antara logam dan semikonduktor sebagai ganti pertemuan p-n konvensional.
Jenis jenis diode semikomduktor
Ada beberapa jenis dari dioda pertemuan yang hanya menekankan perbedaan pada aspek fisik baik ukuran geometrik, tingkat pengotoran, jenis elektroda ataupun jenis pertemuan, atau benar-benar peranti berbeda seperti dioda Gunn, dioda laser dan dioda MOSFET.
1.Doda biasa
Beroperasi seperti penjelasan di atas. Biasanya dibuat dari silikon terkotori atau yang lebih langka dari germanium. Sebelum pengembangan dioda penyearah silikon modern, digunakan kuprous oksida dan selenium, ini memberikan efisiensi yang rendah dan penurunan tegangan maju yang lebih tinggi (biasanya 1.4–1.7 V tiap pertemuan, dengan banyak pertemuan ditumpuk untuk mempertinggi ketahanan tegangan terbalik), dan memerlukan benaman bahang yang besar (kadang-kadang perpanjangan dari substrat logam dari dioda), jauh lebih besar dari dioda silikon untuk rating arus yang sama.
2.Dioda Bandangan
Dioda yang menghantar pada arah terbalik ketika panjar mundur melebihi tegangan dadal. Secara listrik mirip dengan dioda Zener, dan kadang-kadang salah disebut sebagai dioda Zener, padahal dioda ini menghantar dengan mekanisme yang berbeda yaitu efek bandangan. Efek ini terjadi ketika medan listrik terbalik yang membentangi pertemuan p-n menyebabkan gelombang ionisasi, menyebabkan arus besar mengalir, mengingatkan pada terjadinya bandangan. Dioda bandangan didesain untuk dadal pada tegangan terbalik tertentu tanpa menjadi rusak. Perbedaan antara dioda bandangan (yang mempunyai tegangan dadal terbalik diatas 6.2 V) dan dioda Zener adalah panjang kanal yang melebihi rerata jalur bebas dari elektron, jadi ada tumbukan antara mereka. Perbedaan yang mudah dilihat adalah keduanya mempunyai koefisien suhu yang berbeda, dioda bandangan berkoefisien positif, sedangkan Zener berkoefisien negatif.
3.Dioda Arus Tetap
Ini sebenarnya adalah sebuah JFET dengan gerbangnya disambungkan ke sumber, dan berfungsi seperti pembatas arus dua saluran (analog dengan Zener yang membatasi tegangan). Peranti ini mengizinkan arus untuk mengalir hingga harga tertentu, dan lalu menahan arus untuk tidak bertambah lebih lanjut.
4.Diode Gunn
Dioda ini mirip dengan dioda terowongan karena dibuat dari bahan seperti GaAs atau InP yang mempunyai daerah resistansi negatif. Dengan penjar yang semestinya, domain dipol terbentuk dan bergerak melalui dioda, memungkinkan osilator gelombang mikro frekuensi tinggi dibuat
Pengunaan
Demodulasi Dioda
Penggunaan pertama dioda adalah demodulasi dari isyarat radio modulasi amplitudo (AM). Dioda menyearahkan isyarat AM frekuensi radio, meninggalkan isyarat audio. Isyarat audio diambil dengan menggunakan tapis elektronik sederhana dan dikuatkan.
Pengubahan Daya
Penyearah dibuat dari dioda, dimana dioda digunakan untuk mengubah arus bolak-balik menjadi arus searah. Contoh yang paling banyak ditemui adalah pada rangkaian adaptor. Pada adaptor, dioda digunakan untuk menyearahkan arus bolak-balik menjadi arus searah. Sedangkan contoh yang lain adalah alternator otomotif, dimana dioda mengubah AC menjadi DC dan memberikan performansi yang lebih baik dari cincin komutator dari dinamo.








